Sosial  

Warga Sumringah Dibangunkan Jembatan Gantung

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budiwiryanto secara simbolis sedang memberikan potongan nasi tumpeng kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada "Peresmian Jembatan Gantung Siliwangi-1" di Desa Karangbungur, Kec. Buahdua, Sabtu (30/1/2021)" (Dok: Humpro Setda Kab. Sumedang)***

SUMEDANG – Warga Desa Karangbungur Kec. Buahdua kini bisa kembali melintasi Sungai Cikandung menuju ke Desa Ranggasari Kec. Surian, menyusul selesai dibangunnya jembatan gantung Siliwangi-1.

Penggunaan jembatan gantung itu, diresmikan langsung Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budiwiryanto, Sabtu (30/1/2021).

“Pembangunan jembatan gantung ini, untuk membantu masyarakat menghubungkan kembali wilayah antar desanya yang sebelumnya terputus. Ini pekerjaan yang sangat mulia,” tutur Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budiwiryanto dalam siaran pers Humas dan Protokol Setda Kab. Sumedang.
Ia katakan itu pada “Peresmian Jembatan Gantung Siliwangi-1” di Desa Karangbungur, Kec. Buahdua, Sabtu (30/1/2021).

Menurut Nugroho, pembangunan jembatan gantung itu, inisiatif Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang menggandeng TNI melalui program “Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia”. Program itu, untuk membantu warga yang membutuhkan jembatan gantung maupun yang hancur akibat bencana alam.

“Oleh karena itu, saya selaku Pangdam III Siliwangi sangat mendukung sepenuhnya kegiatan VRI di bawah pimpinan Kang Tedi Ixdiana ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, jembatan di Ds. Karangbungur dengan nama Siliwangi-1 itu, merupakan jembatan yang ke-113 dalam “Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia”.

“Nanti yang di Pameungpeuk Garut akan menjadi yang ke-114. Kita namakan Siliwangi-2.  Begitu juga di wilayah korem lainnya akan dibangun juga,” kata Nugroho.

Lebih jauh ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun melalui swadaya dan swakelola dengan melibatkan tim dari VRI. VRI dinilai ahli dan menguasai alat serta teknik bekerja di ketinggian.

“Tim VRI, ahli di bidang pembuatan jembatan gantung dengan mengandalkan tali baja (sling), tanpa menggunakan material semen. Akan tetapi, dengan menggunakan batu yang ditanam dalam tanah, cukup kuat,” tuturnya.

Hanya saja, jembatan gantung tersebut bebannya dibatasi hanya untuk tiga orang yang melintas atau 1 pengendara sepeda motor. “Beban yang bisa lewat hanya beberapa orang saja. Harus bergantian karena faktor keamanan,” ucapnya.

Pangdam berharap, keberadaan jembatan itu menjadi penghubung antar desa dan antar kecamatan di wilayah tersebut.
“Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat untuk warga Desa Karangbungur. Kita harapkan bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata Nugroho.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga bisa terwujud jembatan gantung yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kodam III Siliwangi, Korem, Kodim, VRI, dan pihak lainnya yang bersama-sama membangun jembatan gantung ini,” tuturnya.

Pembangunan jembatan gantung itu, kata dia, menginspirasi semua pihak terutama Pemkab Sumedang untuk memberikan pembangunan yang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pesan saya, pelihara jembatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga berdaya guna dalam waktu yang lama,” ucap Dony.

Kades Karangbungur Yayat Ruhdiat menyebutkan, jembatan gantung tersebut sudah ada sejak 2017 dan pernah dikunjungi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Akan tetapi, akhir 2018 lalu hancur tergerus arus Sungai Cikandung.

“Dulu panjang jembatannya 60 meter. Yang sekarang, panjangnya 120 meter dengan lebar 1,2 meter. Pondasinya pun sekarang mencapai 2 meter. Dulu lantainya menggunakan bambu yang dianyam, sekarang menggunakan papan kayu jenis waru dan formis,” katanya.

Ia mengatakan, pengerjaan jembatan gantung tersebut, dimulai sejak 11 Januari 2021. “Pembangunannya, mengerahkan unsur TNI dibantu warga setempat, organisasi kepemudaaan dan pihak lainnya,” ucap Yayat. (Hadadi)***