BERITA SUMEDANG – Mak Apong sebutan akrab Apong Halimah (80), terpaksa memanfaatkan halaman rumahnya untuk tidur dan beristirahat, meski beralaskan karpet plastik.
Kendati dalam kondisi sakit-sakitan, lansia yang tinggal di Jalan Kutamaya RT 01/ RW Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan, terpaksa lebih sering memanfaatkan halamannya untuk tidur dan beristirahat.
Bahkan terkadang Mak Apong beristirahat seharian. Sebab, kondisi rumahnya sudah sangat membahayakan. Kondisinya terancam ambruk.
Dulu, mendiang suaminya yang membeli rumah tersebut. Akan tetapi, setelah suaminya meninggal dunia, sudah 10 tahun Mak Apong belum memperbaiki rumahnya hingga atapnya jebol.
Baca Juga : Tol Cisumdawu Beroperasi, Pedagang Tahu Sepi Pembeli
Bahkan beberapa ruangan, gentingnya sudah berjatuhan. Kusen banyak yang lapuk. Maklum, Ma Apong tinggal sendirian. “Emak lebih sering istirahat di luar saja, khawatir tertimpa atap yang ambruk,” ujarnya, Rabu, 12 April, 2023.
Sudah dicek aparat pemerintah, tapi belum juga diperbaiki
Untuk mengantisipasi keadaan yang sangat darurat tersebut, ia terpaksa memanfaatkan halaman rumahnya untuk tinggal walaupun sekedar beralaskan karpet seadanya.
“Habis bagaimana lagi pak, ini adalah rumah satu-satunya peninggalan mendiang suami saya,” ujar Mak Apong dengan mata berkaca-kaca.
Ia tidak menampik, ada dari pihak pemerintahan setempat yang datang mengecek kondisi rumahnya. Sayangnya, hingga sekarang belum ada realisasinya. “Sudah ada dari kelurahan yang mengecek, tapi tidak ada lagi tindak lanjutnya,Pak,”ucapnya.
Apong sebenarnya memiliki 11 anak tapi mereka semuanya berpencar. Ada yang di Karawang dan di beberapa kota lainnya.
Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran, Pemda Sumedang Optimalkan Layanan LRT
Menolak pindah, takut merpotkan anaknya
Meski anaknya mengharapkan agar Apong tinggal bersamanya, Mak Apong menolaknya karena takut merepotkan anaknya.
Lansia tersebut lebih memilih sendiri di rumahnya yang ia beli bersama mendiang suaminya. Takut menyusahkan. Mereka sudah bisa mandiri juga, ia merasa senang dan gembira.
“Alhamdulillah, dari mereka ada yang ngasih duit emak terima. Tidak memberi juga, emak tidak memaksa. Yang penting mereka sehat,”ujarnya.
Oman (53) salah seorang anaknya yang tinggal di Cibungur, Kecamatan Rancakalong sering memintanya agar bisa tinggal bersamanya. Namun, Mak Apong tetap menolak.
Padahal anak-anaknya berusaha untuk membujuknya supaya mau tinggal bersama mereka . Akan tetapi, tetap tidak mau, takut merepotkan.
“Kami berusaha membantu emak. Berapa aja sesuai kemampuan kami,”jelasnya.
Ia mengharapkan kepada pemerintah agar sudi membantu memperbaiki kondisi rumahnya yang sudah rusak dan tidak layak huni. (Usep Jamal)***







