Mengenal Raden Aria Wangsakara Pahlawan Nasional Pendiri Tanggerang Keturunan Sumedang

Raden Aria Wangsakara, Pahlawan Nasional Keturunan Sumedang Larang. (Banten.go.id)

BERITA SUMEDANG – Seorang ulama, pejuang yang lahir sekitar 1024 H atau 1615 M, Raden Aria Wangsakara merupakan pendiri Tanggerang, keturunan Raja Sumedang Larang.

Dilansir beritasumedang.com dari berbagai sumber yang bercerita tentang Babad Tanggerang dan Babad Banten,  Raden Aria Wangsakara bersama dua kerabatnya, yakni Aria Santika dan Aria Yuda Negara, lari ke Tangerang karena tidak setuju dengan saudara kandungnya yang berpihak kepada VOC.

Dalam buku karya Lutfi Abdul Gani berjudul Ki Luluhur Rekam Jejak Sejarah Raden Aria Wangsakara (2020), yang diterbitkan penerbit Deepublish. Diterangkan profil lengkap tentang Raden Aria Wangsakara dari naskah Paririmbon Keariaan Tangerang.

Raden Aria Wangsakara meninggal pada malam Jumat Manis tanggal 2 Syaban tahun 1092 H atau 1681 M, pada usia 68 tahun dalam hitungan kalender hijriah atau usia 66 tahun dalam hitungan masehi.

Ayah: Wiraraja I (Pangeran Kerajaan Sumedang Larang, pewaris takhta kerajaan)

Ibu: Putri Dewi Cipta/Nyimas Cipta (Anak dari Raden Kidang Palakaran bin Pucuk Umun Banten bin Prabu Siliwangi)

Keturunan: Darah Sumedang, Pajajaran, Cirebon, Banten.

Gelar: Pangeran Wiraraja II/Imam Haji Wangsaraja/Kiai Lenyep/Sayyid Hasan/Aria Lengkong/Aria Tangerang I/Kiai Narantaka/Ki Luluhur.

Demikian profil singkat mengenai Sosok Raden Aria Wangsakara yang memiliki garis keturunan dengan Kerajaan Sumedang Larang.

Sehubungan itu, dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjaga kelestarian budaya leluhur, beberapa keturunan Raden Aria Wangsakara melakukan kunjungan ke Keraton Sumedang Larang, beberapa hari yang lalu..

Seperti dilansir dari Antaranews.com, Bayu salah seorang keturunan Raden Aria Wangsakara dari Tanggerang, mengatakan,” Raden Aria Wangsakara adalah cucunya Pangeran Geusan Ulun, dan kami sebagian dari keturunannya ingin mempererat tali silaturahmi”, katanya.

Selain itu, tujuan kunjungan tersebut untuk belajar lebih dalam, tentang lingkungan budaya olahraga tradisional “Endong Panahan” Sumedang, dan menyambut Hari Jadi  Sumedang ke-444, tambahnya.

Diketahui, Endong Panahan Sumedang meraih gelar Juara Umum pada perlombaan panahan di Kota Bandung, beberapa hari yang lalu. (Ukie)***

Sumber : dari berbagai sumber