BERITA SUMEDANG – Kabupaten Sumedang memeriahkan gelaran Kirab Mahkota Binokasih di Bandung, Sabtu 16 Mei 2026 malam
Acara dimulai dengan rute, dari mulai Kiara Artha Park, Jalan Jakarta-Jalan Supratman-Jalan Diponegoro-berakhir di Gedung Sate dengan menampilkan kesenian dari 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat.
Dalam.acara itu, para penonton tumpah ruah memadati rute yang dilalui Puncak Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung
Baca juga: Ribuan Warga Meriahkan Ngagogo Lauk di Kolam Depan Masjid Al Kamil, Hari Jadi Sumedang ke-448
Kereta Kencana
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila beserta Sekretaris Daerah Sumedamg Tuti Ruswati, hadir dengan menungangi Kereta Kencana diiringi kesenian Kuda Renggong dan Seni Genggong.
Kirab budaya itu, menjadi puncak rangkaian perjalanan Mahkota Binokasih yang sebelumnya diarak melintasi berbagai daerah di Jawa Barat sebagai bagian dari kegiatan Napak Tilas Padjadjaran.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menututurkan, Kabupaten Sumedang turut meriahkan Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran” Mahkota Ajeg Ki Sunda.
Baca juga: Rangkaian HJS, Bupati Dony Ziarah Ke Makam Raja Sumedanglarang, Prabu Geusan Ulun
“Alhamdulilah kami mengikuti Kirab Milangkala Tatar Sunda. Dari Kiara Artha ke Gedung Sate Sumedang mengirimkan tim keseniannya,” kata Dony.
Menonton Drama Musikal Pajajaran Gugat
Sementara itu, dalam memperingati Hari Jadi Tatar Sunda digelar Drama Musikal Kolosal Pajajaran Gugat yang disutradarai dalang dan budayawan Sujiwo Tejo di Halaman Gedung Sate, Minggu malam, 17 Mei 2026.
Drama Kolosal Musikal Pajajaran Gugat didukung lebih 100 personil komedian, penyannyi pemusik, pemain teater, dalam dan lainnya.
Baca juga: Menbud RI Akan Aktivasi dan Revitalisasi Situs Cagar Budaya di Kabupaten Sumedang
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M Fajar Aldila menyaksikan drama kolosal musikalisasi yang berdurasi 2,5 Jam penuh komedi, perenungan dan berbagai nuasa lain.
Bupati Dony mengucapkan, terimakasih kepada kontingen dari Sumedang yang telah memeriahkan dan bartisipasi di acara Kirab Mahkota Binokasih memperingati Hari Tatar Sunda.
“Terimakasih atas tampilannya yang luar biasa sampai larut malam. Hatur nuhun pisan telah memeriahkan hari Tatar Sunda kepada para peserta Kirab Mahkota Binokasih,” kata Dony.
Baca juga Berbagai Penampilan Memukau Bupati Dony di Ekosistem Budaya Kasumedangan
Bupati Dony juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran masyarakat Kabupaten Sumedang menyaksikan Kirab Mahkota Binokasih.
“Mudah-mudahan dengan melestarikan budaya yang baik ini bisa meningkatkan etos kerja. Melestarikan budaya yang baik dan menggali budaya yang baru yang lebih baik. Terimakasih untuk masyarakat yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, pertunjukan mengusung sikap dasar Pajajaran Gugat yaitu Tak tentang keruntuhannya, tentang kebangkitannya kembali.
Baca juga: Hajat Buruan Tampilkan Berbagai Kesenian dan Budaya Khas Sumedang
Dikisahkan, kejayaan Pajajaran mulai memudar, pertanian meruntuh. Pasar mulai hilang kumandangnya. Kewibaan istana mulai surut dalam aura senjakala seperti itu semua jadi teringat nubuat Uga Wangsit Siliwangi.Zaman keemasan akan berakhir bila keseimbangan mulai tak terawat.***







