Aneh Tapi Nyata! Jauh dari Laut, Tapi Airnya Asin

Air sawah rasanya asin di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang

BERAWAL dari sebuah acara Pramuka di aula sekolah SD di pinggir kantor Kecamatan Cisarua, belum lama ini. Sekolah dan kantor kecamatan itu berada di wilayah Desa Ciuyah.

Sepintas yang menggelitik “BS.com”, yakni nama Desa Ciuyah. Ciuyah berasal dari Bahasa Sunda yang berarti air garam.

Usut punya usut, penamaan daerah Ciuyah itu karena di daerah tersebut terdapat sumber mata air yang rasanya asin.

Penulis semakin penasaran dengan mata air tersebut sehingga memutuskan untuk membuktikan sendiri rasa mata air tersebut.

Baca Juga: Alat Penyaring Berbahan Alami Ini, Mampu Bersihkan Limbah Cair B3

Dengan seorang teman, kami bergegas ke lokasi. Rutenya, dari kantor Kecamatan Cisarua ke kantor Desa Ciuyah. Jaraknya, sekira 2 km.

Setelah tiba di kantor desa dan memarkirkan sepeda motor, kami bersama seorang staf desa langsung menuju ke lokasi air asin tersebut.

Start dari kantor desa, kami harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah menuju ke lokasi air asin. Sebab, lokasi mata air itu berada di tengah pesawahan. Kami berjalan kaki sejauh 1 km dengan menyusuri pematang sawah dengan tanah yang agak licin.

Beruntung, sebagian pematang sawahnya ada yang sudah tembok karena jalur saluran irigasi, sehingga langkah lebih cepat tanpa takut jatuh terpeleset ke sawah.

Baca juga: Desa Sukagalih Kini Nikmati Air Bersih Dari Sumur Artesis

Dengan napas yang sedikit terengah-engah dan keringat membasahi kening, akhirnya sebentar lagi tiba di lokasi. Dari kejauhan, terlihat lokasi mata air asin itu.

Tempatnya, seadanya hanya dikelilingi karung plastik putih. Dengan melintasi sungai kecil, akhirnya kami tiba di lokasi.

**
Tampak jelas, lokasi mata air itu seperti sebuah sumur kecil dengan bebatuan sungai yang mengelilinginya. Debit mata air itu, rupanya cukup besar juga. Dari dalam mata air, keluar air bergelembung.

Tanpa menunggu lama, kami langsung mengambil air dengan telapak tangan lalu mencicipinya. Ternyata, memang benar!

Baca juga: Ketumpang Air, Tanaman Liar Yang Menjadi Obat, Ini Khasiatnya

Airnya terasa asin. Selain asin, rasanya seperti mengandung soda.
Anehnya lagi, air di dekat mata air itu seperti air sungai dan irigasi, rasanya biasa, tawar.

Asal mula penamaan Desa Ciuyah

Dua kata untuk mata air asin tersebut. Aneh tapi Nyata. Anehnya, lokasi itu sangat jauh dari laut dan di daerah itu belum pernah ada sejarah ada pabrik garam. Tapi nyatanya, airnya memang asin.

“Makanya aneh. Jauh dari laut dan tidak pernah ada pabrik garam, tapi airnya asin. Saya juga pernah membuktikan se diri, memang airnya asin,” ujar Camat Cisarua, E. Yulia di ruang kerjanya, belum lama ini.

Air yang asin itu lah, lanjut Yulia, konon katanya menjadi asal-usul penamaan nama Desa Ciuyah (air garam). Hanya saja, hingga kini belum tahu sejarah, cerita rakyat atau semacam dongeng tentang asal-usul air asin tersebut. “Yang pasti, air asin itu sudah ada dari dulu,” tutur Yulia.

Baca juga: Mau Tahu Sumber Tanah dan Air dari Sumedang yang Diterima Presiden Jokowi untuk Pembangunan Ibu Kota Nusantara? Ini Ulasannya

Ia mengatakan, terlepas ketidaktahuan sejarahnya,  para mahasiswa dari ITB akan menelitinya. Namun, sampai sekarang belum terlaksana.

“Ke depan, air asin itu harus ada penelitian secara ilmiah dulu. Apakah air asin itu, muncul secara terus-menerus atau bagaimana? Terus apa yang menyebabkan air itu asin, tapi di sekelilingnya tawar.

Kalau pun tak bisa dibuktikan secara ilmiah, berarti ini karunia Allah SWT untuk desa Ciuyah yang manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat Cisarua,” katanya.

Destinasi wisata

Menurut dia, terlepas dari penelitian itu, yang pasti air asin itu akan mendapat penjagaan  untuk aset wisata yang langka atau aneh tapi nyata.

Baca juga: Mau Tahu! Ini Tujuh Sumber Mata Air untuk Mencuci Benda Pusaka, Keraton Sumedang Larang

Mengawali pembangunan tempat wisatanya, dengan membangun akses jalan ke lokasi dan penataan kawasannya.

“Apalagi Kecamatan Cisarua ini, miskin tempat wisata. Mayoritas masyarakatnya sebagai petani padi konvensional dan sebagian sebagai pedagang di luar kota,” katanya.

**
Selain akan menjadi tempat wisata, air asin itu ternyata banyak manfaatnya juga. Masyarakat terutama para pedagang dan peternak, seringkali memanfaatkan air itu untuk mengeraskan ketupat atau lontong sayur saat penggodogan (air rebusan). Katanya, hasilnya bagus.

Manfaat lainnya, air asin itu juga sangat bagus untuk penggemukan ternak sapi atau kambing. Mencampur air asin  dengan rumput sehingga pakan ternaknya terasa asin. Ternak sapi atau kambing, makannya jadi lahap.

Baca juga: Naik Pangkat, Perwira dan Bintara Disiram Air Kembang

“Pedagang memanfaatkan air asin itu untuk campuran air rebusan ketupat dan lontong sayur. Hasilnya sangat bagus, katanya,” ucap Yulia.

Banyak manfaatnya

Hal senada dikatakan, Kepala Desa Ciuyah Suharja. Ia mengatakan, banyak pengunjung dari luar kota yang datang ke mata air asin itu, seperti dari Tasikmalaya dan Cirebon. “Air asin itu itu, dimanfaatkan juga untuk obat stroke,” ujarnya.

Selain itu juga, ada yang digunakan untuk campuran air rebusan lontong sayur dan ketupat. Sampai-sampai ada pedagang lontong sayur dari Tasikmalaya yang sengaja datang untuk mengambil air asin sejeriken.

Selain itu bermanfaat juga untuk campuran rumput untuk pakan ternak sapi dan kambing. Selain rumputnya berasa asin, efeknya juga bisa mengenyangkan ternak.

Baca juga: Ternyata! Beragam Manfaat Melinjo Bagi Kesehatan, Ini Khasiatnya

“Ceritanya dulu waktu musim kemarau, rumput untuk pakan ternak kan lagi kurang. Nah, untuk mengenyangkan pakai air asin dari sini,” kata Suharja.

Ia juga ingin mata air yang asin itu dijadikan tempat wisata tapi ketiadaan anggaran untuk pembangunannya. (Adang Jukardi)***