Siswa Teladan Bercita-cita Jadi Arsitek dan Programer

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan, S.H., S.IK

ORANG nomor satu di kepolisian wilayah hukum Kabupaten Sumedang (Kapolres Sumedang) AKBP Indra Setiawan, S.H., S.IK (43), sedari kecil memang sudah terpelajar alias siswa teladan.

Sejak duduk di bangku sekolah SD Citapen sampai SMPN 2 di Kota Tasikmalaya, ia selalu berprestasi.

“Beberapa kali, saya menjadi perwakilan murid teladan dengan mengikuti berbagai perlombaan. Seperti halnya mengikuti perlombaan matematika,,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan di Sumedang, belum lama ini.

Pria kelahiran Kp. Sukasirna, Desa Sukanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya itu, meniti karirnya di kepolisian mengikuti jejak sang kakak.

Baca juga: Olah Raga dan Vitamin

“Kalau ayah saya, karyawan Bank Jabar. Saya berkarir di kepolisian mengikuti jejak kesuksesan kakak. Kakak saya juga polisi lulusan Akpol (Akademi Kepolisian),” kata ayah tiga anak ini.

Karir di Kepolisian

Meniti karir di kepolisian, berawal ketika mengeyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang. Sekolah tersebut, sekolah AKABRI yang dikelola Yayasan Jenderal Besar Sudirman. Pendidikan dan pengajarannya, semi militer

Ketertarikannya sekolah di TN, kata Indra, bermula saat usia SD ia ikut orang tua menghadiri Wisuda Jurit kakaknya di SMA TN. Ia berdecak kagum ketika melihat langsung kemegahan gedung sekolah tersebut.

Yang lebih tertarik lagi, saat melihat seragam para siswanya lengkap dengan dasinya. Penampilannya tampak rapi, tegap dan gagah.

Baca juga: Siapakah Wan Sehan? Sosok Ulama min Auliyaillah yang Jadzab, Ini Kisahnya!

Tekadnya semakin bulat bersekolah di TN, ketika kakak kelasnya di SMP yang sekolah juga di TN, menyosialisasikan profil sekolah TN. “Dari sana lah, saya mulai tertarik dan ingin sekolah di sana,” ujarnya.

Setelah lulus SMP, Indra membulatkan tekad sekolah di Taruna Nusantara. Ia ikut seleksi bersama 4 temannya. Sebagai siswa teladan, hasilnya Indra lulus di SMA TN di Magelang. “Saya tinggal di asrama,” kata komandan pehobi bulu tangkis dan lari itu.

Ingin jadi Arsitek dan Programer

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1-nya di Universitas Widya Mataram Yogyakarta hingga lulus Akpol tahun 2002. “Sebetulnya, dulu saya tidak ada rencana masuk Akpol. Sebab, cita-cita saya ingin jadi arsitek karena senang menggambar.

Saya juga ingin menjadi seorang programer karena sewaktu SMP senang pemograman komputer. Secara kebetulan, cita-cita programer tersalurkan di sekolah TN dengan mengikuti TNCC (Taruna Nusantara Computer Club),” tuturnya.

Baca juga: Mojang Sumedang Rifdah Farnidah, Juara Dunia MHQ 30 Juz, Ternyata Punya Segudang Prestasi Sejak Kecil, Keren!

Berbekal tiga tahun sekolah di TN apalagi melihat sang kakak sukses di kepolisian, pilihannya semakin mantap hingga akhirnya Indra memutuskan masuk Akpol. “Mulai dari sana lah, saya meniti karir di kepolisian,” katanya.

Setelah lulus Akpol, penempatan dinas pertama di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia sempat bertugas di Polres Sleman dan Polres Bantul.
Indra menyelesaikan pendidikan PTIK tahun 2009 serta pendidikan Sespimen tahun 2016.

Setelah cukup lama bertugas di wilayah hukum Polda DIY, Indra pindah tugas di tanah kelahirannya di tatar Sunda.

Di wilayah hukum Polda Jabar, Indra sempat menjabat Kasat Lantas Polres Garut, Polres Sukabumi di Palabuhanratu dan Polres Cirebon. Sempat juga menjabat Kasat Bimas Polres Karawang.

Baca juga: Milyader Saudi, Sulaiman Al-Rajhi Lebih Memilih Hidup Miskin, Ini kisahnya

“Selama meniti karir di kepolisian sampai sekarang, semua fungsi sudah saya jalani. Dari mulai KSPKT, Kanit Patroli Shabara, Kanit Intelkam, Kanit Serse hingga Kasat Lantas,” tuturnya.

Sebelum menjabat sebagai pucuk pimpinan di Polres Sumedang, ia sempat menjabat sebagai Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Jabar.

Bertugas di Jawa Barat

Bertugas di tanah kelahirannya di wilayah Jawa Barat, Indra mengucap syukur dengan tetap menjungjung tinggi NKRI.

Ia berharap orang Sunda tambah maju. Orang Sunda yang dikenal bageur dan someah (baik, ramah, sopan dan santun) mesti ditunjukan dan dibuktikan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat dengan konsisten menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Baca juga: Kapolres Sumedang Melepas Perwakilan Santri Kabupaten Sumedang Yang Akan Bertanding Pada Porseni NU Ke-1 Di Solo

“Dengan informasi yang begitu cepat dan transparan di era digitalisasi sekarang ini, orang Sunda harus konsisten menjaga dan melestarikan budayanya. Jangan mudah terpengaruh budaya luar yang negatif yang bisa menimbulkan kerawanan,” tutur Indra.

Sebagai orang Sunda, Kapolres yang satu ini mengaku bahagia menjalani masa kanak-kanaknya di sebuah perkampungan dengan pemandangan alam nan indah. “Bener! rumah saya di Tasik itu di perkampungan. Ada sawahnya, ada balongnya (kolam ikan) juga.

Kalau berangkat ke sekolah SD, saya berjalan kaki menyusuri galengan (pematang) sawah dikelilingi pemandangan pegunungan dan pebukitan berhawa sejuk,” tuturnya seraya mengumbar senyum.

Sewaktu kecil, sambung Indra, ia juga suka ngurek (mancing) belut di sawah, suka ikut ngabedahkaeun balong, termasuk resep main langlayangan (bermain layangan) juga. Bahkan begitu senang dan bahagianya saat bermain kaulinan barudak (permainan anak).

Baca juga; Kapolres Sumedang yang Baru, AKBP Indra Setiawan, Putra Daerah Jawa Barat, Ini Profil Lengkapnya

“Saya sangat menikmati masa kecil dulu. Resep pisan (sangat senang) mengenang masa kecil di perkampungan. Saya juga suka wayang golek. Kakek pernah memberikan buku para tokoh pewayangan yang banyak silokanya (filosofi),” tuturnya. (Adang Jukardi)***