Nasib Bupati Meranti Yang Viral, Jadi Tersangka Korupsi Hingga Suap BPK

Bupati Kepulauan Meranti yang pernah viral, Muhammad Adil resmi menjadi tersangka tindak pidana korupsi. (Tangkapan layar Instagram @muhammad_adil_riau)

BERITA SUMEDANG – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil resmi menjadi tersangka tindak pidana korupsi.

Hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan usai berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis malam, 6 April 2023.

Adapun, tiga dugaan korupsi yang Muhammad Adil lakukan, yaitu pemotongan anggaran, gratifikasi jasa umrah, dan suap auditor BPK Riau.

Penetapan ini, dilakukan usai pemeriksaan selama 7,5 jam di Gedung Merah Putih KPK.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset Untuk Berantas Korupsi

Dalam keterangan persnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan KPK telah menetapkan tiga orang tersangka korupsi. Jumat, 7 April 2023.

“Pada kesempatan ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu pertama MA Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2021-2025, kemudian FN, ini kepala BPKAD Pemkab Kepulauan Meranti sekaligus kepala cabang PT TN, kemudian MFA auditor BPK Perwakilan Provinsi Riau,” katanya.

KPK Berhasil Melakukan OTT

Sebelumnya, KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Meranti, Muhammad Adil.

Selain Bupati, KPK juga menangkap sejumlah orang dalam operasi tangkap tangan ini, mulai dari pejabat strategis di pemerintahan Kepulauan Meranti dan pihak swasta.

Baca juga: Respon Mahfud MD Atas Pernyataan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ada 25 orang yang tertangkap terkait operasi tangkap tangan (OTT)

Dalam penangkapan tersebut, penyidik KPK turut menyita sejumlah uang sebagai barang bukti, sedangkan jumlahnya masih dalam penghitungan oleh penyidik.

Bupati Yang Pernah Viral

Bupati ini, pernah viral dan menjadi perbincangan atas pernyataannya kepada pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan sebutan iblis dan setan.

Hal tersebut, yang menjadi pemicunya karena ketidakjelasan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerahnya.

Ia menilai, Meranti seharusnya layak mendapat DBH dengan hitungan US$100 per barel.

Muhammad Adil menjadi bupati Meranti untuk periode 2021- 2025. Dan pelantikannya oleh Gubernur Riau pada 26 Februari 2021.

Baca juga: Munadi Herlambang: Angka Kecelakaan Lalin, Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Pria kelahiran 18 April 1972 ini, memulai karir dengan mencalonkan sebagai kepala desa, namun gagal.

Ia kemudian menjadi anggota DPRD Riau pada periode 2014-2019 dengan Partai Hanura yang mengusungnya. Namun, kala itu Adil tidak menuntaskan jabatan dan beralih partai ke PKB.(Ukie)***