BERITA SUMEDANG – Fakir Miskin di Indonesia nanti bisa menikmati daging hewan Dam (denda) jemaah haji di Mekah, Arab Saudi.
Untuk melaksanakan kebijakan baru itu, Kemenag akan memperbaiki tata kelola pembayaran Dam jemaah haji Indonesia, khususnya dalam pendistribusian.
Dalam upaya perbaikan tata kelola tersebut, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag) kini tengah melakukan survei sejumlah institusi dan rumah pemotongan hewan (RPH) di Saudi.
Tim Survei Perbaikan Tata Kelola DAM yang beranggotakan lima orang tersebut, bertolak ke Saudi sejak 26 Februari 2023. Mereka akan kembali ke Tanah Air pada 7 Maret 2023.
Baca juga: Ini Tujuh Kabupaten/Kota di Jabar yang Berangkat Haji dari BIJB Kertajati, Termasuk Sumedang
“Dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi Mudzakarah Perhajian Tahun 2022 di Situbondo, kami mengirim Tim Survei Perbaikan Tata Kelola Dam,” kata Direktur Bina Haji (Dirbina) Kemenag Arsad Hidayat di Jakarta, Minggu, 5 Maret 2023.
Menurut dia, Kemenag akan menyusun standar pembayaran dan pemotongan hewan Dam. Selama ini, pembayarannya secara individual atau kelompok dengan standar biaya yang berbeda-beda.
“Ada yang mahal dan ada juga yang harganya murah sekali, bahkan tidak masuk akal,” kata Arsad.
Ia mengatakan, survei dan penyusunan standar tata kelola Dam itu, agar pelaksanaan pembayarannya sesuai ketentuan fiqih.
Baca juga: GACA Arab Saudi Setujui Penggunaan BIJB Kertajati di Musim Haji 1444 H
“Pemerintah perlu mengatur pembayaran tersebut dengan menunjuk lembaga pelaksananya,” ujar Arsad yang lulusan Al Azhar Kairo.
Sementara itu, Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji (Bimjah) yang juga Ketua Tim Survei Perbaikan Tata Kelola DAM Khalilurrahman optimis kegiatan itu dapat memberikan manfaat dan dampak kemaslahatan besar bagi jemaah haji Indonesia.
Baca juga: KPK Tahan Tersangka Kasus Suap di MA, Presiden Jokowi : Reformasi di Bidang Hukum!
Fakir Miskin Indonesia Bisa Menikmati Daging Hewan Dam Jemaah Haji
Melalui perbaikan tata kelola khususnya dalam pendistribusian, lanjut Khalil, nantinya daging hewan Dam tak hanya untuk fakir miskin di kota Makkah, fakir miskin di Indonesia pun bisa menikmatinya.
“Jika pelaksanaan pendistribusian belum bisa sepenuhnya, setidaknya sebagian daging Dam kami dapat mendistribusikannya kepada fakir miskin di Indonesia,” katanya.
Bahkan, kata Khalil, dirinya optimis penyusunan standar hasil penjajakan dan survei tim ke sejumlah maslakh (rumah pemotongan hewan Dam) di Mekah, dapat menekan potensi penipuan dan percaloan Dam jemaah
Baca juga: Lezat Pisan, Tahu Sumedang Jamuan Khas Peserta MTQ Jabar ke-37
“Tim ini melihat pentingnya edukasi praktik dan mekanisme pembayaran Dam di Arab Saudi agar terhindar dari penipuan dan percaloan. Kami tuangkan dalam standar operasional,” katanya.
Tim mengunjungi sejumlah Maslakh atau RPH, di antaranya Maslakh Al-‘Ukaisyiah, Maslakh An’am Mekkah (Kilo Asyrah).
Selain itu, Maslakh al-Mu’ashim dan Maslakh Al-Hudaibiyah yang kini bernama RPH Makkah al-Hadist. (Burhan)***







