FAKN Diselenggarakan Dengan Prokes Ketat

Panggung untuk gelaran acara puncak Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) sudah siap digunakan di halaman Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa (28/9/2021). (Joe/"BeritaSumedang.com")***

BeritaSumedang.com – Gelaran Musyawarah Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang akan berlangsung di Kab. Sumedang mulai Selasa (28/9/2021) malam sampai Kamis (30/9/2021) nanti, akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kab. Sumedang saat ini ada di PPKM Level 3, walaupun berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan ada di Level 2. Sehubungan dengan hal itu, event nasional ini diselenggarakan dengan penerapan prokes yang ketat. Untuk acara pendukung berupa tampilan seni dan budaya khas kasumedangan, akan dilaksanakan secara virtual,” kata Tim Pengarah yang juga Sekretaris Daerah Kab. Sumedang Herman Suryatman di Sumedang, Selasa (28/9/2021).

Ia menuturkan, sesuai rencana, kegiatan MAKN akan dilaksanakan mulai malam ini. Dari susunan acara, beberapa acara yang akan dilaksanakan nanti malam, di antaranya acara pembukaan, pementasan kesenian tarian tradisional karaton, royal dinner, konser gamelan Sari Oneng Mataram dan orkestra serta tarian Tayub.

Acara puncaknya Rabu (29/9/2021) di depan Gedung Negara Kab. Sumedang secara outdoor. Acara akan diisi dengan berbagai sambutan, tarian topeng kelana, atraksi silat, tour Museum Prabu Geusan Ulun, termasuk, acara diskusi dan musyawarah. “Raja-raja Nusantara yang akan hadir bersama permaisurinya setelah dikonfirmasi sebanyak 44 raja se-nusantara,” katanya.

Menurut Herman, penyelenggaraan MAKN ke-1 tahun 2021, kerja bareng Pemda Kabupaten Sumedang, Keraton Sumedang Larang, Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). “Ini kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) DPD RI Tahun 2021,” ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, diharapkan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi kebangsaan yang dimotori oleh Raja-raja Nusantara, serta dapat menghasilkan “Deklarasi Sumedang”. Deklarasi itu, yakni kesepahaman Raja-raja Nusantara untuk mendorong ketahanan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Herman menambahkan, dari perspektif ekonomi, kegiatan kreatif ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi pariwisata, sehingga nantinya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata ke Kab. Sumedang.

“Dua hal yang harus dijaga keseimbangannya oleh Sumedang. Pertama, antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 gelombang ketiga, makanya prokes dan vaksinasi terus kami pacu. Kedua, economic reborn. Oleh karena itu, inovasi pemulihan ekonomi harus diinisiasi,” ujarnya.(Joe)***