FKUB Gelar Workshop Mitigasi Bencana

Bupati Sumedang mengapresiasi peran FKUB Kabupaten Sumedang, yang bisa ikut serta dalam penanggulan kebencanaan di Sumedang. (Ukie/Berita Sumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan terkait kebencanaan.

Kegiatan itu bertemakan “Workshop Mitigasi Tanggap Darurat Bencana dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)”.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir secara langsung membuka kegiatan itu di Aula Kantor Kementerian Agama Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 10 September 2022, kemarin.

Baca juga: Bupati Sumedang Buka Rakor Monev Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Ketua Panitia Pelaksana Workshop H. Budiana M.Pd., dalam laporannya peserta workshop tersebut terdiri dari 120 orang perwakilan berbagai organisasi lintas agama dan Ormas Islam.

Sebagai narasumbernya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Atang Sutarno dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana.

“Kami mengajak semua pihak yang tergabung dalam FKUB agar bisa mengikuti kegiatan hingga usai. Mengingat hadirnya sejumlah pemateri atau narasumber yang kompeten guna memberikan keilmuannya terkait P3K hingga mitigasi bencana,” terangnya.

Baca juga: Jadwal Salat Hari Ini Untuk Wilayah Kabupaten Sumedang Dan Sekitarnya

Menurut Budiana, Kabupaten Sumedang merupakan daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi terjadinya bencana alam seperti, longsor, banjir bandang, gempa bumi, dan lainnya.

“Untuk itu,  menilai pada semua pihak mempunyai tanggungjawab yang sama terhadap tanggap darurat bencana termasuk FKUB,” ujarnya.

Budiana berharap, setelah kegiatan itu, para peserta dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Nilai Indeks Risiko Sedang Kabupaten Sumedang

Pada saat membuka kegiatan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, berdasarkan Klasifikasi Kelas Risiko bencana Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2021, Kabupaten Sumedang merupa daerah yang memiliki nilai indeks Risiko Sedang dengan skor 124,39.

“BPBD Kabupaten Sumedang telah mencatat sebanyak 87 kejadian bencana selama periode Januari-Juni 2022. Diantaranya 47 kejadian tanah longsor, 16 Banjir Bandang, 10 kejadian pohon tumbang, 7 kejadian Pergerakan Tanah, 5 kejadian Banjir,  1 kejadian Putting Beliung, 1 musibah Rumah Rusak akibat hujan deras,” jelasnya.

Baca juga: Persib Bandung Berhasil Bawa Pulang Tiga Poin, Usai Bungkam Tuan Rumah Arema FC 2-1

Bupati juga mengapresiasi peran FKUB Kabupaten Sumedang, yang bertekad menyiapkan relawan bencana agar bisa ikut serta dalam penanggulangan penanggulangan kebencanaan di Sumedang.

“Saya juga berharap FKUB hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi apabila terjadi bencana di Sumedang,” tandasnya.

Bupati menginginkan kegiatan tersebut, sebagai bentuk konsolidasi di semua lini dan menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah tengah-tengah masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Mari kita bersama-sama turut berupaya semaksimal mungkin untuk tetap melaksanakan koordinasi dan sinergitas dalam penanganan pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana secara berkala,” jelasnya.

FKUB Harus Menjadi Bagian Dari Sejarah

Selaras dengan Bupati,  Ketua FKUB Sumedang, Dr. H. Syamsul Falah mengatakan, FKUB harus menjadi bagian dalam sejarah yang memiliki peran penting sebagai unsur yang terus memupuk kerukunan, perdamaian, keamanan, dan kenyamanan.

“FKUB harus menjadi umat manusia yang terus memelihara kondusivitas, meskipun terdapat perbedaan agama, golongan, suku, ras, komunitas dan lainnya,” tuturnya.

Syamsul berharap, kiprah FKUB tak sekedar menjaga kerukunan umat beragama, namun juga dapat memberikan solusi dalam mitigasi bencana.

“Tentu saja, FKUB terus memupuk kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong dengan semua agama yang ada. Dan kegiatan ini salah satunya,” ucap Syamsul.

Baca juga: Manfaat Daun Kemangi Untuk Kesehatan, Berikut Beberapa Khasiatnya

Menurutnya, sikap toleransi dan saling menghargai di Sumedang dengan lintas agama manapun dinilai sangat baik.

“FKUB Sumedang terus mengoptimalkan Bingkai NKRI sehingga sampai saat ini tidak pernah ada konflik keagamaan yang terjadi. Kami berharap Sumedang tetap aman, nyaman, tentram dan kondusif,” katanya. (Ukie)***