Hadiri Regional Summit Bahas Investasi dan Pengembangan Daerah di Kawasan Rebana, Bupati Dony: Semua Daerah Harus Duduk Bersama

Hadiri Regional Summit Bahas Investasi dan Pengembangan Daerah di Kawasan Rebana, Bupati Dony: Semua Daerah Harus Duduk Bersama. (Aje/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG –  Kawasan Rebana menjadi  koridor ekonomi baru yang cukup strategis bagi Provinsi Jawa Barat.

Hal itu, mencakup
Cirebon, Subang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Kota Cirebon.

Bupati  Sumedang Dony Ahmad Munir yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan,

acara Regional Sumit memadukan dan menyeleraskan visi bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun kawasan Rebana.

Baca juga: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Targetkan Tahun 2027, Semua Jalan Kabupaten Mantap dan Keren

“Semua daerah yang masuk di dalamnya harus duduk bersama guna membangun sebuah ekosistem industri baru.

Sehingga butuh penguatan antar daerah terhadap arah kebijakan pembangunannya dan butuh koordinasi yang kuat antar berbagi daerah,” kata Dony.

Ia katakan itu, saat menghadiri forum diskusi  Regional Sumit dengan tema ‘Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat.

Baca juga: Pesan Bupati Dony pada HJS ke- 447, Tidak Hanya Tradisi tapi Bentuk Nyata Membangun Daerah

Bertempat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Senin, 19 Mei 2025.

Forum diskusi  Regional Sumit menghadirkan narasumber Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Lemhannas TB. Ace Hasan Syadzily.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip.

Baca juga: Berjalan Dua Pekan, Ada Perubahan Signifikan pada Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaan Para Siswa di Sumedang 

Acara itu dalam rangka mempertemukan unsur pemerintah pusat dengan daerah, khususnya Provinsi Jawa Barat dan tujuh kabupaten/kota yang termasuk ke dalam Kawasan Rebana.

Duduk bersama

Menurut Dony, strategi mengembangkan Kawasan Rebana sudah ada Perpresnya. Bahkan telah masuk kawasan strategis nasional sejak tahun 2021.

“Sekarang tinggal bagaimana mengakselerasi. Pertama regulasi, Sumedang sendiri sudah mempunyaI Perda RTRW-nya dan RDTR nya. Memastikan ruang untuk investasi ini aman,” tuturnya.

Baca juga: Jatinangor City of Digital Knowledge Jadi Pilot Projek Tingkat Nasional

Ia menyebutkan, dari sisi regulasi Pemkab Sumedang sudah membuat Perda tentang pemberian insentif dan kemudahan perizinan serta investasi.

Perda tersebut, pastinya setiap investor datang dengan sebuah kepastian, kemudahan dan mendapatkan insentif.

“Sebuah industri memerlukan kultur yang bagus, bagaimana pemerintah dan rakyatnya ramah  investasi, tidak mengganggu dan lainnya. Ini perlu mulai dari pemerintahnya,” ujar Dony.

Baca juga: Ini Alasan Utama Presiden Prabowo Pilih Lokasi Peresmian 26 Infrastruktur Kelistrikan se-Indonesia di Waduk Jatigede

Terkait pelayanan perizinan, lanjut Dony, Kabupaten Sumedang dari tahun 2019 sudah mempunyai Mal Pelayanan Publik (MPP). Ada 361 pelayanan one stop service. Bisa cepat, mudah, murah dan untuk pengurusan PBG dibawah 1 jam.

“Saya berpesan kepada ASN. Kalau kita mempermudah urusan rakyat Alloh akan mempermudah urusan kita. Sehingga semua urusan harus mudah,” katanya

Kemudahan investasi

Ia menyebutkan, selain MPP, kemudahan investasi di Sumedang dari mulai pembebasan BPHTB dan pengurusan izin mudah.

Baca juga: Manfaat Konkret Jalan Tol Cisumdawu bagi Sumedang, setelah Diresmikan Presiden Jokowi

“Industri membutuhkan SDM kami siapkan BLK link and match dengan industri dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Kami pun ada banyak mengadakan job fair,“ujanya.

Dony menjelaskan,  Kabupaten Sumedang pun, sudah me-launching SMK Energi Terbarukan.

Hal itu, lebih pada inisiatif visioner ke depannya. Bahwa Sumedang akan mengedepankan energi hijau dan ekonomi hijau. Sehingga, mempersiapkan SDM unggul  pada energi terbarukan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Jalan Tol Cisumdawu Tuntas, BIJB Kertajati Harus Beroperasi Penuh

Di Sumedang sendiri,  ada PLT Tenaga Surya Ploting atau Ploting Solar Panel yang akan ada di Jatigede. Berati kita perlu SDM yang unggul dibidangnya. Kami siapkan SMK Energi Terbarukan,” kata Dony menjelaskan.

Di forum tersebut, dirinya menyampaikan terkait UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) Sumedang yang merupakan tertinggi di Kawasan Rebana.UMK Sumedang paling tingggi dengan tiga UMK-nya.

“Daerah Barat berbatasan dengan Bandung UMKnya tinggi. Di bagian tengahnya sedang dan daerah Utaranya berbatasan dengan Majalengka ini rendah,” tuturnya.

Baca juga: Pj Bupati Tinjau Sentra Buah Mangga Gedong Gincu di Jatigede untuk Ekspor ke Jepang

Menurutnya, sebagai suatu kawasan perlu adanya kesesuaian dalam UMK. Dirinya menawarkan itu dalam forum tersebut, karena ini kawasan bersama satu ekositem yang ada keterkaitannya.

“Jadi, harus satu UMK. Termasuk menyiapkan  untuk konektifitasnya,” ucap Dony. (Aje)***