Magang III Berakhir, Hasilnya Dalam 12 Hari Praja Mampu Selesaikan Validasi Data Kemiskinan Nyata dan Akurat.

Magang III di Kota Tasikmalaya Berakhir, Hasilnya dalam 12 hari praja mampu menyelesaikan validasi data kemiskinan yang nyata dan akurat. (Dok: Bagian Humas IPDN)

BERITA SUMEDANG -Pelaksanaan magang III 1.097 orang madya praja IPDN di Kota Tasikmalaya, resmi berakhir.

Hasilnya, dalam 12 hari, praja mampu menyelesaikan validasi data kemiskinan yang nyata dan akurat.

“Aplikasi KELOM (Kelurahan On Mobile) ini sangat bagus. Sebab, dapat menghasilkan angka baru jumlah kemiskinan yang update .

Angka baru ini, akan menjadi acuan bagi Kota Tasikmalaya dalam menghasilkan solusi penurunan angka kemiskinan,” ujar Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Hadi Prabowo yang menutup kegiatan magang di Balai Kota Tasikmalaya, Selasa, 27 Juni 2023.

Baca juga: IPDN Lepas 1.217 Praja, Magang di Majalengka

Ia menyebutkan, selama 12 hari para praja mengabdikan diri di 10 kecamatan dan 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya. Hal itu, dalam rangka pelaksanaan kegiatan magang III.

Praja IPDN ditempatkan di Kecamatan Bungursari, Cibeureum, Cihideung, Cipedes, Indihiang, Kawalu, Tawang, Mangkubumi, Tamansari dan Kecamatan Purbaratu.

Hadi mengatakan, tema magang III “Melalui Digitalisasi Aplikasi Kelurahan On Mobile (KELOM) kita tingkatkan Kualitas Program Pengentasan Kemiskinan dan Stunting di Kota Tasikmalaya”, sengaja diangkat.

Kemiskinan dan stunting

Hal itu  setelah sebelumnya IPDN menghimpun data terkait angka kemiskinan dan stunting di Indonesia.Dari data itu, Kota Tasikmlaya menempati urutan 3 jumlah kemiskinan tertinggi se-Jawa Barat.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: IPDN Tidak Boleh Tertinggal

Berdasarkan tema itu pula, praja IPDN terinspirasi untuk menghasilkan inovasi bersama bertajuk “BERAKSI” (Bersama Cikalang Stunting Teratasi).

Inovasi itu, melalui program “GEMPAR” (Gerakan Timbang Sampah Dapat Telor) di Kelurahan Cikalang Tasikmalaya,” tuturnya.

Selain inovasi tersebut menurut Hadi, praja IPDN juga berhasil menerapkan dan melaksanakan verifikasi serta validasi data program pengentasan kemiskinan dan stunting melalui aplikasi “KELOM”.

Praja melakukan kolaborasi dengan Pemkot Tasikmalaya untuk validasi data kemiskinan. Para praja memotret langsung kondisi warga di lapangan, seperti rumah dan pekerjaannya.

Baca juga: Praja IPDN Dapat Materi Pembelajaran dari Para Gubernur dan Walikota

“Selanjutnya, langsung input data melalui aplikasi dalam penerapan dan pelaksanaan verifikasi data program pengentasan kemiskinan melalui Aplikasi KELOM,” ujarnya didampingi Kabag Humas La Ode Muhamad Alam Jaya.
.
Ia menyebutkan, hingga kini sudah terdata progres verifikasi dan validasi data angka kemiskinan hingga 100%.
Dari total jumlah KK (kepala keluarga) miskin Kota Tasikmalaya sebelum divalidasi 40.585 KK menjadi 23.542 KK.

Dengan begitu, terkoreksi 16.803 KK yang tidak masuk kategori masyarakat miskin. Hal itu, berdasarkan data BPS yang mengacu pada 9 kriteria masyarakat miskin dari Kemensos.

Tak hanya itu saja, praja IPDN pun langsung turun ke lapangan melihat kondisi warga Kota Tasikmalaya. Sekaligus juga, membantu Pemkot Tasikmalaya dalam mendistribusikan bantuan makanan kepada masyarakat penderita stunting.

Baca juga: Praja Utama IPDN Bantu Pemda Ciptakan Inovasi untuk Indonesia.

Penghargaan

Kontribusi tinggi para praja IPDN, membuat Pj. Walikota Tasikmalaya memberikan penghargaan kepada 7 kelompok praja yang telah berhasil membantu verifikasi data kemiskinan di aplikasi KELOM.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pj. Walikota Tasikmalaya. Cheka Virgowansyah yang telah mendukung dan memasilitasi praja IPDN dalam melakukan kegiatan magang III tersebut.

“Mudah-mudahan pelaksanaan magang ini dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Selain itu, dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi pemerintah kelurahan.

Yang lebih penting lagi, berkontribusi khususnya dalam program pengentasan kemiskinan dan penuruan angka stunting di Kota Tasikmalaya,” ujar Hadi.

Baca juga: Lulusan IPDN Dapat Beasiswa LPDP Sekolah Luar Negeri ,Tito Karnavian: Bisa Ubah Mindset 4 Juta ASN

Begitu pula PJ Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi praja IPDN kepada Pemkot Tasikmalaya.

“Terima kasih telah mempercayai Kota Tasikmalaya menjadi tempat praktik magang,” tuturnya.

Dengan adanya magang dan kontribusi praja IPDN, lanjutnya, Pemkot Tasikmalaya akhirnya mampu mendeteksi dan memvalidasi data kemiskinan yang nyata dan akurat.

“Berdasarkan data yang telah diberikan praja IPDN ini, nanti kami akan mampu membuat berbagai kebijakan yang sesuai dan tepat sasaran, khususnya terkait masalah kemiskinan dan stunting,” ujarnya.

Baca juga: Wow! Sumedang Punya Taman Bunga di Jatinangor

Ia mengatakan, data hasil lapangan praja IPDN terkait angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya, akan segera diverifikasi ke BPS Kota Tasikmalaya.

“Jadi prinsipnya sekarang ini datanya sudah ada, mulai dari kategori sangat miskin, miskin dan rentan miskin, sehingga sudah jelas datanya,” ujar Cheka.***