Praja IPDN Dapat Materi Pembelajaran dari Para Gubernur dan Walikota

Para Praja IPDN diberikan materi serta pembelajaran para gubernur dan walikota pada Stadium General di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu, 8 Maret 2023, (Dok: Bagian Kerjasama dan Humas IPDN)

BERITA SUMEDANG – Para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mendapatkan materi pembelajaran mengenai keberhasilan Pemprov Kalimantan Barat dan Maluku serta Pemkot Bukittinggi.

Ketiga pemerintah daerah itu,  mampu mengatasi berbagai permasalahan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan sangat baik.

“Seorang praja harus mampu memiliki basic kepamongprajaan dengan memperkuat disiplin ilmu pemerintahan, baik teoritis maupun empiris.

Kami sengaja menghadirkan para pelaksana dan pembuat kebijakan sehingga praja akan memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai permasalahan publik di daerah,” ujar Rektor IPDN Hadi Prabowo melalui rilis Bagian Kerja Sama dan Humas IPDN di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu, 8 Maret 2023.

Baca juga: Praja Utama IPDN Bantu Pemda Ciptakan Inovasi untuk Indonesia.

Ia mengatakan hal itu, pada Stadium General secara daring dan luring dengan mengundang para pembicara, antara lain Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton A. Lailossa serta Walikota Bukittinggi Erman Safar.

Materi yang disampaikan, terkait “Strategi Kebijakan Pembangunan Daerah”, khususnya dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran dan penanganan stunting.

Kegiatan tersebut, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut “Dies Natalis IPDN ke-67” yang akan digelar 17 Maret 2023 mendatang

Stadium general itu pun, pelaksanaannya  secara luring di Kampus IPDN Jatinangor dan secara daring oleh praja di seluruh kampus daerah.

Baca juga: Mendagri Apresiasi Berbagai Inovasi Sumedang

Menurut Hadi Prabowo, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Maluku serta Kota Bukittinggi merupakan contoh daerah yang mampu mengatasi permasalahan ekonomi. Bahkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangat baik.

“Keberhasilan ketiga pemerintah daerah ini, harapannya dapat memberikan pembelajaran di dalam penerapan teori dan praktek kepada praja,” tuturnya.

Kemiskinan dan Pengangguran

Sementara itu, dalam paparannya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan, kini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mencapai 5,01% dengan tingkat kemiskinan 6,73% dan tingkat pengangguran terbuka 4,86%.

Meski  kini kasus stunting terhitung tinggi di angka 29,8%, penyelesaiannya dengan upaya peningkatan status desa tertinggal menjadi desa mandiri.
“Dengan meningkatnya jumlah desa mandiri, diharapkan kasus stunting dapat berkurang,” ujarnya.

Baca juga: Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat, Praja IPDN Ikuti BKP di 120 Desa di Kabupaten Sumedang

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anton A. Lailossa menuturkan, Provinsi Maluku memiliki permasalahan. Akan tetapi, strategi penyelesaian masalahnya cukup unik.

Meski secara geografis Maluku hanya memiliki kurang dari 5% wilayah darat, Pemprov Maluku mampu memaksimalkan potensi dan sumber daya dengan angka pertumbuhan ekonomi cukup tinggi sebesar 5,73%.

“Dua strateginya dengan melakukan sinergitas. Sinergitas dengan lembaga pemerintahan di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/Kota. Upaya lainnya, mengalokasikan dana di sektor basis dan non basis,” ujar Anton

Menurut dia, Pemprov Maluku juga memaksimalkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk melakukan ekspor rempah, hasil perikanan serta memaksimalkan sektor pariwisata.

Bsca juga: Gedung UMKM dan Industri Kreatif Akan Hadir di Jatinangor

Walikota Bukittinggi Erman Safar menjelaskan, Kota Bukittinggi memiliki kebijakan tersendiri dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19..

Pemkot Bukittinggi membuat kebijakan Tabungan Utsman, yaitu program pinjaman bagi para pelaku UMKM tanpa bunga dan tanpa agunan.

“Upaya ini terbukti mampu memberikan stimulus bagi mereka (pelaku UMKM) sehingga ekonomi tetap terjaga” tutur Erman.

Stunting

Pemkot Bukittinggi pun, lanjut dia, sukses menghadapi permasalahan stunting dengan penurunan angka stunting secara signifikan. “Tahun 2021 mencapai 19%, tahun 2022 turun menjadi 16,8%,” ucapnya.

Baca juga: Ini Tujuh Kabupaten/Kota di Jabar yang Berangkat Haji dari BIJB Kertajati, Termasuk Sumedang

Pelaksanaan diskusi berjalan dinamis. Para praja antusias memberikan berbagai pertanyaan, terutama berkaitan strategi pengambilan kebijakan dalam menghadapi stunting.

Selain itu juga tentang permasalahan ekonomi, seperti inflasi dan pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. (Aje)***