Pertahankan Paradigma Film Partisipatif, Dosen Telkom University Raih Gelar Doktor Cumlaude

Pertahankan Paradigma Film Partisipatif, Dosen Telkom University Raih Gelar Doktor Cumlaude. (Aje/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Film tak sekedar hadir sebagai produk hiburan saja, melainkan juga dapat menjadi alat transformasi sosial.

Gagasan ini lah menjadi penegasan Dr. Firdaus Azwar Ersyad, M.Sn. , Dosen Program Studi Seni Rupa Fakultas Industri Kreatif Telkom University saat mempertahankan disertasinya.

Hal itu, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Negeri Semarang di Semarang, Jumat, 4 Juli 2025.

Dengan mengusung paradigma film partisipatif sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat kreatif, Firdaus resmi meraih gelar doktor bidang studi seni dengan predikat cumlaude.

Baca juga: Perdibrofi Jabar Siap Jadi Wadah Pengembangan Profesi

Sidang terbuka berlangsung di Gedung Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang. Hadir puluhan tamu undangan, termasuk civitas akademika, kolega dosen Telkom University serta keluarga Firdaus.

Disertasi

Ia mengajukan disertasi  berjudul “Transformasi Sosial Budaya Melalui Kreativitas Sinematografi di Desa Sinema Kepunduhan Kabupaten Tegal”.

Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan bahwa film partisipatif merupakan pendekatan yang menempatkan masyarakat bukan sekadar objek, tetapi juga sebagai subjek kreatif.

Baca juga: Tergerus Zaman, Mahasiswa Universitas Telkom Kampanyekan Kabarulem

Model tersebut, menurutnya, mendorong lahirnya produksi visual yang tidak hanya merepresentasikan realitas lokal, melainkan juga menjadi alat transformasi sosial. Film dapat berfungsi sebagai refleksi sekaligus saluran komunikasi.

“Ketika masyarakat terlibat langsung pada tahap produksi sinematografi, hal itu menjadi momen terjadinya pemberdayaan kolektif yang signifikan,” ujar Firdaus dalam presentasinya.

Ia menjalani ujian disertasi yang cukup ketat dengan melibatkan tujuh penguji dari kalangan akademisi terkemuka.

Sidang dipimpin Prof. Tommi Yuniawan, M.Hum sebagai ketua dan Dr. Muhammad Burhanudin, S.S., M.A sebagai sekretaris.

Baca juga: Ridwan Kamil;Pencak Silat Diharapkan Bisa Memengaruhi Budaya Dunia

Ada pun penguji eksternal, yakni Dr. Hery Supiarza, M.Pd. Untuk penguji lainnya, antara lain Dr. Muh Ibnan Syarif, M.Sn, Dr. Syakir, M.Sn dan Dr. Eko Haryanto, M.Ds

Meski para penguji memberikan catatan kritis, namun apresiatif terhadap tawaran teoritis dan metodologis yang diajukan Firdaus.

Pendekatan partisipatif

Salah satu pokok kuat disertasinya, yakni bagaimana ia berhasil mengaitkan pendekatan partisipatif dalam film dengan perubahan struktur sosial dan kesadaran budaya dalam komunitas pembuat film.

Baca juga: Ensiklopedia Seni Digital Berbasis Geospasial, Satu Klik bisa Telusuri Warisan Budaya Sumedang bahkan Jawa Barat

“Model yang ditawarkan saudara Firdaus tidak hanya inovatif secara akademik, melainkan juga relevan untuk memperkuat kapasitas komunitas kreatif di berbagai daerah,” tutur Eko Haryanto, promotor disertasi sekaligus dosen pembimbing

Dalam disertasinya, Firdaus bukan hanya menyajikan tinjauan konseptual atas film partisipatif, tetapi juga merancang kerangka metodologis berbasis praktik kreatif.

Ia memanfaatkan pendekatan research based film making yang menggabungkan riset etnografi dengan produksi sinema berbasis komunitas.

Baca juga: Ini Beberapa Tradisi Peninggalan Kerajaan Sumedang Larang yang Dilestarikan Masyarakat

Menurutnya, keberhasilan paradigma tersebut, bukan semata pada hasil akhir film, tetapi pada proses interaksi, refleksi dan negosiasi makna yang terjadi di balik layar.

“Transformasi sosial tidak hadir dalam narasi film saja, melainkan pada proses bagaimana masyarakat membentuk narasi itu sendiri,” ujar Firdaus menjelaskan saat sesi tanya jawab.

Pendidikan dan kreativitas

Pencapaian Dr. Firdaus Azwar Ersyad, M.Sn. turut diapresiasi pimpinan Fakultas Industri Kreatif Telkom University yang hadir secara langsung dalam sidang.

Baca juga: Sumedang Jadi Daerah Unggulan Laboraturium Riset dan Inovasi Internasional 

Kehadiran mereka mencerminkan dukungan institusi terhadap pengembangan akademik dosen serta peran penting riset kreatif.

Hal itu, dalam membentuk ekosistem pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika sosial.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanan akademiknya.

Terutama,  kepada para informan dari Desa Sinema Kepunduhan Kabupaten Tegal yang menjadi bagian dari risetnya.

Usai lulus pada Sidang Terbuka, Dr. Firdaus Azwar Ersyad, M.Sn. berencana mengembangkan media kreatif berbasis komunitas, di bawah payung kampus tempatnya mengajar.

Baca juga: Karena Meraih Banyak Penghargaan, Sumedang Jadi Tuan Rumah Gelaran Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat 2023

Ia berharap hasil penelitiannya dapat diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia, sebagai bagian dari gerakan budaya yang mengakar dan memberdayakan.

“Pendidikan dan kreativitas, adalah dua poros utama dalam membangun kemandirian budaya. Film bisa menjadi jembatan keduanya,” ucap Firdaus.***