BERITA SUMEDANG – SEBAGAI abdi rakyat, sejatinya tugas dan tujuan lembaga negara atau pun instansi pemerintah, yakni melayani kepentingan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sudah sepatutnya, masyarakat lah yang menilai bagus tidaknya kinerja lembaga negara dan instansi pemerintah tersebut.
Penilaian masyarakat terhadap para “pelayan”-nya, salah satu pengukurnya oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja dan pelayanan lembaga negara dan instansi pemerintah tersebut
**
Mengukutip dari situs databoks.katadata.co.id, 24 Oktober 2022 lalu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, secara umum mengalami penurunan, kecuali TNI dan presiden.
Baca juga: Jumat Curhat, Sarana Polres Sumedang Serap Permasalahan Masyarakat
Berdasarkan laporan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang bertajuk “Survei Nasional Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Penegakan Hukum Dan Persepsi Terhadap Kasus Kanjuruhan” pada 6-10 Oktober 2022, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI menempati urutan tertinggi hingga mencapai 88 persen. Disusul presiden sebesar 80 persen.
Di bawahnya, ada lembaga negara lainnya, masing-masing Mahkamah Agung (MA) lalu Mahkamah Konstitusi sebesar 62 persen, Pengadilan dan Kejaksaan Agung sebesar 60 persen.
Selain itu, KPK 54 persen. Baru kemudian, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tingkat kepercayaan masyarakatnya sebesar 53 persen
Paling bawah, ada partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Parpol dan DPR merupakan lembaga negara dengan tingkat kepercayaan masyarakat paling rendah, masing-masing sebesar 44 persen dan 48 persen
Baca juga: Jalin Sinergitas, Polres Sumedang Gelar Buka Bersama Wartawan.
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri
Lebih jauh membahas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, sebelumnya Korps Bhayangkara pernah menembus angka tinggi hingga mencapai 87,8 persen pada 2018.
Hanya saja, setelah Pilpres 2019 kepercayaan terhadap polisi menurun pada angka 72,1 persen
Tren penurunan terus berlangsung hingga angkanya menukik hingga 59,1 persen ketika terjadinya kasus mantan Kadiv Propram Ferdy Sambo cs.
Direktur LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, kasus yang menewaskan Yosua tersebut penuh drama dan menjadi isu panas di masyarakat.
Baca juga: Ciptakan Pemilu 2024 Damai, Polres Sumedang Silaturahmi dengan Pimpinan Parpol
“Kasus Ferdy Sambo seperti drama yang penuh isu panas dan perubahan karakter. Dari kasus polisi tembak polisi, perselingkuhan, obstruction of justice, suami bela istri, penyalahgunaan kekuasaan, tuduhan uang gelap judi online, hingga narkoba,” ujar Ardian melansir dari Katadata.co.id Rabu, 19 Oktober 2022.
Mengutip situs news.detik.com pada laman detikNews, Senin 10 April 2023, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan rilis kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Menurut peneliti senior Populi Center, Usep Saepul Ahyar, citra negatif Polri belakangan ini, tak lepas dari berbagai kasus yang menerpa kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.
Setidaknya ada tiga kasus besar yang membuat kepercayaan publik terhadap Polri turun signifikan. Ketiga kasus besar itu, yakni kasus Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan serta kasus Tedy Minahasa.
Tingkat kepercayaan kembali naik
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dengan berbagai kegiatan positif oleh polisi yang terjun langsung membantu kepentingan masyarakat, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, lambat laun merangkak naik.
Seperti mengutip dari Sindikasi.republika.co.id, 27 Maret 2023, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI), kepercayaan publik terhadap kepolisian mulai pulih setelah kasus Ferdy Sambo. Walaupun, kepercayaan itu belum sepenuhnya pulih.
Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrurrozi atau Gus Fahrur, hasil survei tersebut cukup logis.
Pasalnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersungguh-sungguh memperbaiki citra Polri yang hancur karena Sambo.
“Keberhasilan kepolisian mengungkap beberapa kasus besar di internal kepolisian membuat citra positif, bahwa Kapolri bersungguh sungguh melakukan pembenahan,” ujar Gus Fahrur saat kepada Republika.co.id, Senin 27 Maret 2023.
Ia mengatakan, masyarakat secara umum juga telah merasakan suasa lebih aman dan kondusif. Selain itu, prilaku aparat juga lebih simpatik dan responsif atas pengaduan masyarakat.
Akan tetapi, Polri masih harus terus meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut.
“Kepolisian harus banyak melakukan pembenahan dan perbaikan layanan umum, termasuk upaya memberantas perjudian, narkoba dan pencegahan tindak kejahatan,” ucapnya.
Baca juga: Polres Sumedang Potong Sapi untuk Duafa
Menurut Gus Fahrur, Polri juga harus terus meningkatkan kedisiplinan anggotanya serta penindakan hukum yang tegas tapi humanis tanpa pandang bulu.
Jika hal itu terwujud, lanjut dia, akan berhasil menciptakan Polri yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
“Mudah-mudahan dengan kepercayaan kepada Polri yang makin meningkat. Polri menjadi penegak hukum yang terpercaya dan rakyat semakin mencintai polisi . Makin baik kinerjanya, profesional dan transparan serta tidak menjadi alat kepentingan pihak tertentu. Polri harus berpihak kepada kebenaran dan keadilan,” ujar Gus Fahrur.
Sementara itu, mengutip dari laman Mediahub.Polri.go.id, 1 Mei 2023, bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri kembali meningkat hingga mencapai 73,2 persen.
Baca juga: Polres Sumedang Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur
Hal itu berdasarkan hasil survei yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia.
Berdasarkan hasil rilis Indikator, lembaga dengan komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu meraih kepercayaan publik di atas KPK.
“Tingkat kepercayaan terhadap lembaga negara Polri 73,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
ia katakan itu, saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Korelasi Antara Approval Rating Presiden dan Dukungan Terhadap Calon Presiden dan Partai Politik Jelang 2024, Jakarta, Minggu, 30 April 2023.
Baca juga: Mantap! Seluruh Personel Polres Sumedang, Negatif Narkoba
Tingkat public trust terhadap Polri terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil Indikator, pada bulan Februari 2023 sebesar 70,8 persen dan kini hasilnya 73,2 persen.
Dalam survei tersebut, Burhanuddin juga menyatakan bahwa, mayoritas masyarakat yang mengetahui adanya Posko Presisi di Mabes Polri, merasa percaya program tersebut mampu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat secara cepat dan akurat.
Indikator Politik Indonesia juga menyatakan, masyarakat juga merasakan manfaat nyata dari program Polri layanan Hotline 110.
Bahkan, lanjut Burhanuddin, mayoritas masyarakat merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja kepolisian terkait menyerap aspirasi warga. Termasuk juga bertugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Perintah Kapolda! Polres Sumedang Ringkus Bandar Judi Togel Online
“Mayoritas merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja kepolisian setempat dalam membangun komunikasi dengan warga dan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Aspirasi masyarakat dan kamtibmas
Kepuasan masyarakat dengan kinerja kepolisian terkait penyerapan aspirasi warga serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengalir sampai tingkatan kepolisian di tingkat kabupaten (Polres), kecamatan (Polsek) hingga tingkat desa (Bhabinkamtibmas).
Seperti halnya dilakukan oleh Polres Sumedang. Relatif banyak kegiatan jajaran Polres Sumedang untuk membantu aspirasi masyarakat hingga menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan warga.
Kegiatannya, dari mulai bakti sosial menyalurkan sembako untuk warga miskin dan orang tua jompo, membantu pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Baca juga: Kapolres Sumedang yang Baru, AKBP Indra Setiawan, Putra Daerah Jawa Barat, Ini Profil Lengkapnya
Begitu pula kegiatan donor darah, membantu evakuasi korban longsor sekaligus membantu penanganannya.
Ternasuk sosialisasi kamtibmas di masyarakat serta silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
Berbagai kegiatan membantu kepentingan masyarakat itu, selaras dengan pesan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Sumedang, Selasa, 23 Mei 2023.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wicaksana Leghawa Polres Sumedang. Turut hadir Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan beserta jajarannya.
Baca juga: Dua Tersangka Pasutri Warga Sumedang, Diringkus Kasus Perdagangan Orang
Selain memberikan arahan kepada personel Polres Sumedang, Kapolda Jabar Irjen Pol. Akhmad Wiyagus juga bersilaturahmi dengan unsur Forkopimda, ketua KPU, ketua Bawaslu, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Sumedang,
Dalam arahannya, Kapolda Jabar mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, pentingnya kegiatan preventif dan preemtif dalam menjaga kamtibmas.
“Hindari pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencoreng nama Polri sehingga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Kapolda Jabar.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan, mengapresiasi kunjungan dan arahan dari Kapolda Jabar.
Baca juga: Berbagai Kegiatan Digelar Polres Sumedang, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76
“Polres Sumedang berkomitmen menjalankan tugas dengan profesionalisme dan mengikuti petunjuk yang telah diberikan,” ujarnya.

Contoh kegiatan jajaran Polres Sumedang, seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Cisitu Bripka Munggar Y.
Ia bersinergi dengan Babinsa TNI Serda Yadi Setiawan melakukan sambang kepada warga desa binaanya di Desa Sundamekar Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, Sabtu, 20 Mei 2023.
Begitu pula Polsek Tanjungkerta yang memberikan sembako kepada pengemudi ojek yang peduli Kamtibmas di lingkungannya di wilayah Kecamatan Tanjungkerta, Sabtu, 20 Mei 2023.
Baca juga: Jelang Lebaran, Ribuan Botol Miras dan Petasan Dimusnahkan
Pemberian paket sembako itu, harapannya dapat membantu masyarakat meringankan beban sekaligus membangkitkan semangat mereka agar tetap optimis dalam menjaga Kamtibmas di lingkungannya
Kemudian, Anggota Polsek Pamulihan Aiptu Juhaeri bersama Bripka Roby Roni S melaksanakan patroli dalam rangka menjaga Siskamtibmas.
Sekaligus juga, memberikan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pamulihan, Sabtu, 20 Mei 2023.
Tak ketinggalan Polsek Cibugel bersama warga, bergotong royong membersihkan material longsor di Desa Cipasang, Kecamatan Cibugel yang menutup Jalan Lingkar Cipasang Blok Gunung Gebos di Dusun/Desa Cipasang.
Baca juga: Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Satyabudi : Jalan Tol Cisumdawu Seksi 2 dan 3 Layak Digunakan
Lalu, Bhabinkamtibmas Polsek Situraja, Aipda Ade Romadhon melaksanakan pengamanan kegiatan penyaluran bantuan beras Bulog dari Badan Pangan Nasional Tahun 2023, melalui PT. Pos Indonesia.
Penyaluran bantuan beras oleh perangkat Desa Situraja Utara kepada masyarakat Desa Situraja Utara Kecamatan Situraja di Aula Kantor Desa Situraja Utara, Kamis, 11 Mei 2023.
“Penyaluran bantuan beras seberat 10 kg kepada 713 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Semoga bantuan ini bermanfaat untul masyarakat Desa Situraja Utara,” katanya.
Untuk kegiatan kemanusiaan, Bhabhinkamtibmas Kelurahan Cipameungpeuk Aiptu Agus Riyanto mendonorkan darah kepada anak penderita talasemia, Minggu, 30 April 2023.
Anak penderita talasemia bernama Fauzan Nur Ilham warga Dusun Gunung Gadung RT.03/RW.04 Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan.
Baca juga: Dua Residivis Curanmor, Kembali Dibekuk Polisi
**
Polisi pelindung dan pengayom masyarakat
Semoga berbagai kegiatan dalam membantu kepentingan masyarakat oleh jajaran Polri itu, dapat menghapus citra negatif sebelumnya dengan adanya kasus besar Ferdy Sambo dan kasus lainnya.
Hingga pada akhirnya, mampu mendongkrak kembali tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.
Dengan slogan Polisi sebagai “Pelindung dan Pengayom” masyarakat, seluruh rakyat Indonesia bisa merasakannya langsung. Semoga.***
(Penulis: Adang Jukardi sebagai Kontributor HU Pikiran Rakyat wilayah Kabupaten Sumedang, dari berbagai sumber)***







