Lebah Kelulut: ‘Si Kecil Penghasil Propolis yang Kaya Manfaat’

ilustrasi lebah kelulut (Sayusti, 2020)

BERITA SUMEDANG – Lebah kelulut atau lebah trigona, merupakan salah satu spesies lebah yang tidak memiliki sengat sebagai alat perlindungan diri.

Lebah yang berukuran kecil itu, selain gigitannya yang kuat untuk melindungi diri, juga mampu menghasilkan propolis dalam jumlah yang cukup banyak, sebagai salah satu alat perlindungan diri.

Propolis merupakan material lengket dari lebah hasil  campuran resin tumbuhan dan enzim dari air liur lebah, yang penggunaannya untuk membuat dan melindungi sarangnya.

Baca juga: Lalat BSF, Pahlawan Lingkungan dalam Dunia Energi Terbarukan

Propolis lebah kelulut, mampu membuat sarang dengan struktur yang kuat. Sehingga, koloni lain yang akan mencuri lebah akan kesulitan untuk melewatinya.

Propolis memiliki banyak manfaat. Sebab, kandungannya kaya senyawa fitokimia dan mineral.

Beberapa senyawa itu, berperan sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri, antiinflamasi serta imunostimulan (menaikkan sistem imun tubuh).

Baca juga: Budidaya Lebah Madu Trigona Menjadi Peluang Usaha Yang Menjanjikan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

Oleh karena itu, propolis penggunaannya sudah sejak ribuan tahun yang lalu oleh masyarakat Mesir Kuno sebagai obat tradisional.

Selain oleh masyarakat Mesir Kuno, propolis juga sering digunakan dalam pengobatan tradisonal Tiongkok, Persia dan Arab Kuno. Penggunaannya, sebagai salah satu bahan ramuan untuk menyembuhkan luka dan peradangan.

Di Indonesia sendiri, memiliki beragam propolis dari berbagai spesies lebah trigona yang berbeda-beda asal daerahnya.

Baca juga: Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemberian Bantuan Bibit Ternak untuk Warga dalam Program SAMAWANA

Perbedaan spesies dan asal daerah itu, menghasilkan komposisi propolis yang berbeda juga, menyesuaikan dengan kondisi alam sekitarnya.

ilustrasi propolis mentah (Kieliszek, 2023)

Proses Ekstraksi Propolis

Proses untuk mengubah dari propolis mentah menjadi cair, yakni proses ekstraksi dengan metode maserasi dengan etanol.

Propolis mentah akan melalui perendaman dan pengadukan dalam cairan etanol selama 72 jam. Pelarut itu, selanjutnya akan melalui proses  penguapan sehingga menghasilkan ekstrak propolis.

Baca juga: Untuk Penuhi Permintaan Ekspor Mangga Gedong Gincu ke Jepang, Gudang Instalasi VHT Siap Dibangun

Proses itu, untuk mengekstrak beberapa senyawa fitokimia dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Setelah proses ekstraksi, propolis kemudian akan melalui proses pengujian dan penelitian untuk mendeteksi komponen apa saja yang terekstrak dari propolis mentah? terutama komposisi mineral dan fitokimianya.

Manfaat Propolis

Dari hasil penelitian tersebut, bahwa propolis dari lebah trigona di Indonesia, mengandung 15 jenis mineral. Mineral utamanya, yaitu mineral kalium.

Baca juga: Warga Sumringah Dapat Ilmu Peternakan dari Fapet Unpad

Mineral itu, memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh serta menjaga fungsi otot dan saraf.

Propolis dengan kadar mineral kalium tertinggi, hasil lebah Tetragonula fuscobalteta dari Maluku Utara

Untuk senyawa fitokimia, menghasilkan propolis mengandung setidaknya 85 jenis senyawa fitokimia yang berbeda.

Beberapa senyawa fitokimia itu, memiliki manfaat dalam melindungi tubuh dari stres oksidatif, membantu meredakan peradangan atau inflamasi, bisa digunakan sebagai antibakteri dan antioksidan.

Baca juga: 5 Khasiat Utama Buah Salak Untuk Kesehatan Keluarga, Ini Manfaatnya

Dalam penelitian tersebut, bahwa propolis dari lebah Wallacetrigona insica dari Sulawesi Selatan, memiliki senyawa fitokimia teridentifikasi tertinggi.

Dengan penelitian lebih lanjut, propolis yang memiliki beragam manfaat itu, menjadi salah satu opsi suplemen alami yang kaya beberapa senyawa baik bagi tubuh.

Meski demikian, konsumsi propolis perlu perhatian menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh sehingga hasilnya optimal.

(Penulis: Nadira R.A., Mahani SP., M.Si., Bambang Nurhadi S.TP., M.Sc., Ph.D, Nunung Nurjanah SP., M.Si)***