Sumedang Percepat Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan 100 Persen Cakupan Februari 2026

Sumedang Percepat Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan 100 Persen Cakupan Februari 2026. (Aje/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa, 16 Desember 2025.

Tambahan dapur MBG

Bupati Dony menyebutkan, saat ini pelaksanaan MBG di Sumedang telah menjangkau sekitar 220 ribu penerima manfaat atau 61 persen dari total 365 ribu sasaran.

Baca juga: Sumedang Raih Penghargaan Bergengsi, Bupati Dony Ahmad Munir Sabet IGA Awards 2025

Untuk memenuhi cakupan 100 persen, Pemkab Sumedang telah mengusulkan tambahan dapur MBG dan menargetkan pemenuhan penuh pada Februari 2026.

“Ketika Program MBG ini tuntas, dampaknya sangat besar. Masalah kesehatan masyarakat bisa ditangani, dan pada saat yang sama ekonomi daerah ikut bergerak,” ujar Dony.

Ia mengatakan,  hingga saat ini, Sumedang telah memiliki 114 dapur MBG. Pemkab Sumedang terus mendorong penambahan dapur agar sejalan dengan peningkatan jumlah penerima manfaat.

Baca juga: Pemkab Sumedang Tawarkan Surian untuk Penanaman Kedelai

Selain kuantitas, lanjut bupati, Pemkab Sumedang juga menaruh perhatian besar pada aspek kualitas dan keamanan pangan. Dari 86 dapur yang wajib sertifikasi, sebanyak 47 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan sisanya terus dikawal oleh tim kesehatan daerah.

“Percepatan SLHS menjadi prioritas agar makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan sesuai standar gizi,” kata Dony.

Pertanian dan peternakan lokal

Lebih jauh ia menjelaskan, Pemkab Sumedang mendorong terhadap pemenuhan bahan pangan MBG bersumber dari pertanian dan peternakan lokal. Sehingga,  manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Baca juga: Tekan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumedang Buka Kegiatan Padat Karya

“Kami ingin rantai pasoknya jelas dan terukur. Karena itu kami mendorong pembentukan Satgas MBG Daerah untuk menyusun roadmap pasokan, dari kebutuhan dapur hingga ketersediaan bahan pangan lokal,” jelasnya.

Dony menilai, pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat agar Program MBG menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan hanya program konsumsi.

Lebih lanjut kata bupati, untuk menjaga akuntabilitas, Pemkab Sumedang telah mengembangkan dashboard MBG yang dapat diakses publik. Melalui sistem tersebut, setiap dapur melaporkan menu harian, nilai gizi, hingga dokumentasi makanan yang disajikan.

Baca juga: Dapur Satelit Solusi Praktis Penyajian Makan Siang Bergizi di Sekolah Sumedang

“Transparansi ini penting agar kualitas menu, ketepatan waktu distribusi, dan keamanan pangan bisa diawasi bersama oleh masyarakat,” ujarnya. (Aje)***