Tekan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumedang Buka Kegiatan Padat Karya

Tekan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumedang Buka Kegiatan Padat Karya. (Aje/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan peletakan batu pertama sekaligus membuka kegiatan Padat Karya Kemiskinan Ekstrem Tahun 2025.

Kegiatan tersebut, pelaksanaannya di Dusun Sahang RT 13 RW 05, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Ganeas, Kamis, 20 November 2025.

Bupati Dony menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan di wilayahnya.

Baca juga: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Targetkan Tahun 2027, Semua Jalan Kabupaten Mantap dan Keren

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Sahang yang telah membantu pembangunan di Kabupaten Sumedang. Saya melihat kekompakan masyarakat serta kerja keras kepala desa yang terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warganya,” tuturnya.

Permudah mobilitas warga

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan yang menghubungkan Dusun Sahang dengan Dayeuhluhur, sangat penting. “Akses jalan tersebut sangat perlu untuk mempermudah mobilitas warga,” kata Dony

Ia mengatakan, Program Padat Karya Kemiskinan Ekstrem di Dusun Sahang,  fokusnya  pada pembangunan jalan pertanian. Akses jalan yang baik akan memperlancar aktivitas para petani dan meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Menko AHY Resmikan Jalan Lingkar Utara Jatigede, Sumedang

“Padat karya ini memberikan manfaat ganda. Selain membuka lapangan pekerjaan, juga  mempermudah jalur produksi pertanian sehingga ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya

Dony juga menyoroti keberadaan batu situs di sekitar lokasi yang  memiliki potensi wisata alam dan religi. Batu situs tersebut  harus ada penelitian segera.

” Jika potensinya kuat, pengembangannya bisa  menjadi wisata alam maupun wisata religi yang akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pemberdayaan Buruh Tani Miskin Jadi Fokus Seratus Hari Kerja Dony-Fajar

Terkait musim penghujan, Bupati Dony mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serta menjaga kesehatan lingkungan.

Ia mendorong warga menerapkan Gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

“Mari kita cegah berbagai risiko di musim hujan. Pastikan lingkungan bersih, lakukan 3M, dan jaga kesehatan seluruh warga,” ucapnya.

Baca juga: Akibat Tanah Labil, Ruas Jalan Haurpapak di Surian Kembali Rusak, Pemda Cari Solusinya

Terakhir, ia berharap program Padat Karya ini dapat membawa manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan warga Dusun Sahang. Bahkan harus menjadi langkah nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang.

Atasi kemiskinan dan pengangguran

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat, mengatakan  pelaksanaan program padat karya itu, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah.

“Hal itu, dalam mengatasi pengangguran serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Baca juga: Peluang Tenaga Kerja Sumedang di Kawasan Metropolitan Rebana, Jadi Pembahasan  Serius

Menurutnya, kegiatan padat karya tidak hanya memberikan kesempatan kerja dan penghasilan sementara bagi masyarakat yang menganggur, setengah menganggur, maupun warga yang termasuk kategori miskin ekstrem.

Akan tetapi juga,  memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat yang terlibat dapat bekerja sekaligus berkontribusi dalam pembangunan, sehingga taraf ekonomi mereka dapat meningkat,” ucapnya.

Taufik menyebutkan, pada tahun ini program padat karya,  difokuskan pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 209 meter di Dusun Sahang, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Ganeas.

Baca juga: Ini Arah dan Strategi  Program Ketahanan Pangan Pemkab Sumedang

Pekerjaannya,  mulai 20 November hingga 3 Desember 2025. Kegiatannya melibatkan 30 orang pekerja yang seluruhnya tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Diharapkan pembangunan jalan rabat beton ini dapat mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat  selain itu, meningkatkan produktivitas, khususnya dalam pengelolaan hasil pertanian di wilayah sekitar,” ucapnya.***