Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan: Dunia Lagi Susah, Ekspor Indonesia Justru Surplus Tertinggi Hingga USD 24.89 Miliar

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tengah melepas produk ekspor di PT Kwalram Indonesia di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu, 13 Agustus 2022. (Aje/BeritaSumedang.com)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tengah melepas produk ekspor di PT Kwalram Indonesia di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu, 13 Agustus 2022. (Aje/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Menteri Perdagangan Zukifli Hasan mengatakan, di tengah-tengah ekonomi global yang tidak menentu, justru kinerja perdagangan Indonesia di kwartal pertama Januari-Juli 2022 telah mencatatkan surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Dunia lagi susah, tapi ekspor kita surplusnya tertinggi dengan nilai USD 24.89 miliar. Tentunya, kesuksesan ini termasuk peran PT. Kwalram di dalamnya,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia katakan itu, saat melepas produk ekspor di PT Kwalram Indonesia di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Baca juga: Ini Fungsi dan Manfaat Waduk Jatigede, Nomor 5 yang Bikin Seru

Ekspor produk tekstil PT Kwalram, berupa benang yang diekspor ke 5 negara yakni India, Polandia, Malaysia, Estonia dan Jerman.

Ia yang didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebutkan, pada Juli 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,44%. Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu tertinggi di dunia.

“Disaat kondisi dunia masih dilanda pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi kita tumbuh 5,44%. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama bersinergi karena akan berpengaruh pada pertumbuhan dan surplus perdagangan kita dari sektor tekstil ini,” tutur Zulkifli Hasan.

Baca juga: Bupati Sumedang Mohon Menteri Marves Datangkan Investor

Dikatakan, dirinya mengajak agar semua pihak turut melindungi pasar industri dalam negeri dari berbagai prilaku yang melanggar aturan.

“Contoh, seperti kemarin terjadi penyelundupan baju bekas di Karawang yang saya musnahkan. Contoh lainnya, ada bahan baku tidak tepat impornya yang tidak memenuhi izinnya. Ini harus kita tertibkan agar industri ini tidak terganggu prilaku menyimpang,” katanya menegaskan.

Perwakilan Presiden Direktur PT Kwalram Indonesia Iwa mengatakan, produk benang yang diekspor kali ini sekitar 10 kontainer  dengan nilai devisa ekspor sekitar USD 400.000.

Baca juga: Mau Tahu Titik Terdalam Waduk Jatigede? Ini Ulasannya Berikut Data Lengkapnya

“Terkait kebijakan produk yang baru, pak menteri merespon akan keluar dalam hitungan minggu. Beliau  berjanji akan mendengar dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang kurang tepat di bidang industri,” tutur Iwa.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik upaya ekspor yang dilakukan PT Kwalram Indonesia.

“Ekspor ini salah satu tujuan kita bernegara, yakni menyejahterakan masyarakat. Sebab dengan ekspor ini, bisa menghasilkan devisa negara hingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Baca juga: Ini yang Menghambat Proses Pembangunan Tol Cisumdawu

Menurut dia, jika ekonomi tumbuh, akan membutuhkan tenaga kerja sehingga bisa menciptakan lapangan kerja. Pengaruhnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat hingga akhirnya menyejahterakan masyarakat.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya berbagai upaya untuk menciptakan iklim kondusif bagi dunia industri,” kata Dony.

Menurut dia, Pemkab Sumedang akan mempermudah perizinan bagi para pengusaha. Terlebih Kab. Sumedang sudah menggunakan digitalisasi untuk proses perizinannya.

Baca juga: Wow, Lukisan Siswi SMP di Beli Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Berapa Harganya?

Salah satunya, “Si ICE Mandiri” (Sistem Izin Cetak Mandiri) yang langsung melalui aplikasi sehingga tidak ada hubungan orang dengan pemberi layanan.

“Inilah good government guna memberikan iklim kondusif di dunia industri,” katanya. (Aje)***