
BERITA SUMEDANG – Indonesia akan mengimpor minyak dari Rusia.
Namun, khawatir Amerika Serikat (AS) akan melakukan embargo terhadap Indonesia.
Dampak embargo tersebut, akan menghambat sektor perdagangan Indonesia.
Akan tetapi, keputusan Indonesia mengenai impor, masih belum final.
Baca juga: Hebohnya Remaja SCBD Menjadi Sebuah Peluang Usaha di DKI Jakarta
Impor minyak Rusia
Melalui akun Instagramnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengingatkan Indonesia tidak perlu takut mengimpor minyak dari Rusia.
Seperti dikutip BeritaSumedang.com, menurut Sandiaga Uno jika Amerika melakukan embargo terhadap Indonesia.
Kemungkinan, hanya berdampak pada makanan cepat saji yang berasal dari negeri Paman Sam.
“Ada yang tidak setuju takut wah diembargo Amerika. Ya biarin sajalah kalau diembargo paling tidak bisa makan McDonald, makan Baba Rafi lah,” ungkapnya, Sabtu, 20 Agustus 2022.
Amerika terkenal memiliki penguasaan yang besar dalam transaksi pada sektor perdagangan dan industri.
Pasalnya, semua sistem pembayaran dengan transaksi besar menggunakan dolar AS.
SWIFT
Semua transaksi pembayaran melalui sistem Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT).
SWIFT merupakan sistem yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan dunia.
Sehingga bank dapat mengirim dan menerima pesan transaksi dengan cepat dan aman.
Semua transaksi keuangan melalui SWIFT dapat menghubungkan antar negara maupun antar benua.
“Tapi ini memang tantangannya karena Barat (AS) ini kan mau bagaimana pun juga mereka kontrol teknologi, payment. Setiap pengiriman dolar AS harus lewat New York,” ujar Sandiaga.
Jika Amerika mengetahui Indonesia melakukan transaksi dengan Rusia, dampaknya bank asal RI tidak bisa bertransaksi menggunakan dolar AS.
Sementara itu, Rusia menyebutkan bahwa pembelian minyak bisa menggunakan Rubel.
Dan, Rusia terus mendesak soal pembelian minyak dengan harga murah.
“Kata Rusia tidak perlu takut, bayar pakai rubel saja. Konversi rupiah ke rubel, nah ini teman-teman di sektor keuangan lagi menghitung,” ujar Sandiaga.
Lebih lanjut, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui untuk mengimpor minyak dari Rusia.
Oleh karena, harga minyak di Rusia lebih murah 30 persen dibandingkan harga pasar Internasional.
“Rusia nawarin ke kita, eh lu mau nggak India sudah ambil nih minyak kita harganya 30 persen lebih murah daripada harga pasar internasional. Kalau buat teman-teman CEO Mastermind ambil ga? Ambil. Pak Jokowi pikir yang sama, ambil,” jelas Sandiaga.
Namun, Pertamina membatalkannya karena stok BBM di kilang-kilang masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan nasional. (Ukie)***







