BERITA SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi narasumber pada Sosialisasi dan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2023.
Kegiatan sosialisasi itu, berlangsung di Dusun Mulyasari Desa Padasari Kecamatan Cimalaka, Selasa, 13 Juni 2023.
Sekaligus pembentukan Destana Desa Padasari, merupakan desa yang telah mendapatkan pelatihan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang.
Hal itu, agar dapat memiliki kemampuan mengidentifikasi ancaman di wilayah desa tersebut.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Satgas Desa Siaga Bencana Diminta Aktif Lakukan Antisipasi
Sehingga demikian, mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.
Dengan terbentuknya sebagai desa tangguh bencana, desa dapat mengalokasikan dana desa untuk program penanggulangan bencana sesuai dengan kebutuhan desa.
Hal tersebut, merupakan amanat Permendesa PDTT No 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
Dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan konflik sosial. Juga penanganan bencana alam dan bencana sosial juga merupakan prioritas dalam penggunaan dana desa.
Sementara itu, pada kegiatan sosialisasi tersebut juga berisikan berbagai macam kegiatan pelayanan, mulai dari pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil), perizinan, kesehatan.
Serta penyerahan bantuan Rutilahu, Sembako untuk Lansia/dhuafa, dan bantuan modal UMKM untuk masyarakat.
MoU Dengan Perhutani
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan simulasi penanganan bencana, penandatanganan MoU dengan Perhutani untuk mengurangi resiko bencana serta pengukuhan Destana Padasari.
Baca juga: Bupati Sumedang Temui Warga Terdampak Tol di Sirnamulya dan Mulyasari
Bupati Dony menyampaikan, sosialisasi dan peningkatan kapasitas Destana merupakan nilai penting.
Hal itu, agar pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat meningkat sehingga mereka bisa memitigasi risiko dan mengatasi bencana.
“Dalam menanggulangi bencana perlu ilmu pengetahuan, di sini kita undang para pakar atau expert agar warga masyarakat yang terlibat Destana bisa memahami, dalam mencegah dan mengatasi bencana,” ujarnya.
Musim Kemarau Rentan Terjadi Kebakaran
Selanjutnya, Bupati juga mengatakan, memasuki musim kemarau rentan terjadi kebakaran.
Sehingga, menurutnya Desa Padasari yang berpapasan dengan kawasan hutan Perhutani dan BKSDA Jawa Barat.
Baca juga: Ada Tiga Hal Penting Mengembangkan Desa Wisata, Apa Saja?
Kawasan tersebut menjadi prioritas pencegahan bencana kebakaran lahan dan hutan juga pergerakan tanah.
“Saat ini kita memasuki musim kemarau yang diprediksi Elnino, biasanya terjadi kebakaran. Apalagi Desa Padasari ini berada di kaki Gunung Tampomas, dan ini ikhtiar kita untuk memitigasi bencana jika terjadi kebakaran,” tuturnya.(Ukie)***






