BERITA SUMEDANG – Jarang orang yang tahu, Mahkota Binokasih simbol kebesaran dan kejayaan Kerajaan Pajajaran yang kini tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) Sumedang, Jawa Barat, siapa pembuatnya?
Mengutip Buku Selayang Pandang Kabupaten Sumedang dengan penerbit Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumedang, pembuat Mahkota Binokasih yakni Batara Guru di Jampang.
Baca juga: Mau Tahu! Tiga Raja Pajajajaran yang Menggunakan Mahkota Binokasih? Ini Bocorannya
Pembuatan Mahkota Binokasih itu pada masa Raja Pajajaran Prabu Bunisora Suradipati (1357-1371).
Ada tiga Raja Pajajaran yang pernah menggunakan Mahkota Binokasih. Ketiga raja Pajajaran yang pernah memakai Mahkota Binokasih antara lain :
1. Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475)
2. Prabu Susuk Tunggal (1382-1482).
3. Prabu Sri Baduga Maharaja (1482-1521).
Baca juga: Sah! Kerajaan Sumedang Larang Pewaris Tahta Kerajaan Pajajaran, Ini Bukti Sejarahnya
Penerus Kerajaan Pajajaran
Setelah Kerajaan Pajajaran runtuh, siapa penerusnya? Berdasarkan catatan sejarah, penerus Kerajaan Pajajaran yakni Kerajaan Sumedang Larang yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Rajanya, Prabu Geusan Ulun.
Hal itu, setelahnya Jumat, 22 April 1578 lampau bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, di Keraton Kutamaya Sumedang Larang, Pangeran Santri atau Pangeran Kusumadinata (ayah Prabu Geusan Ulun) menerima empat Kandaga Lante selaku abdi Kerajaaan Pajajaran.
Baca juga: Ini Mahkota yang Digunakan Prabu Siliwangi
Keempat Kandaga Lante itu, antara lain Senopati Jaya Perkasa (Sanghyang Hawu), Batara Dipati Wiradidjaya, Sanghyang Kondanghapa dan Batara Pancar Buana (Terong Peot). Pemimpinnya Senopati Jaya Perkasa.
Mereka membawa pusaka Pajajaran yakni Makuta (Mahkota) Binokasih yang berlapis emas berikut atribut kerajaannya.
Mereka menyerahkan pusaka berikut atribut Kerajaan Pajajaran kepada Raja Sumedang Larang kala itu, yakni Prabu Geusan Ulun atau Pangeran Angkawijaya/Pangeran Kusumadinata II (1578-1601).
Baca juga: Agama Islam Sudah Berkembang di Kerajaan Sumedang Larang, Saat Pemerintahan Pangeran Santri
Dengan penyerahan Mahkota Binokasih dan atribut Kerajaan Pajajaran itu lah, Prabu Geusan Ulun sah menjadi nalendra penerus Kerajaan Pajajaran.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Sumedang Larang meliputi wilayah Jawa Barat, kecuali Banten dan Cirebon.
Berbagai peninggalan Kerajaan Pajajaran, menjadi bukti dan alat legalisasi bahwa Kerajaan Sumedang Larang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran yang termasyur di Tanah Sunda.
Baca juga: Nama Sumedang Berasal dari Kata? Ini Penjelasannya
Mahkota Binokasih berikut benda pusaka dan segala atribut Kerajaan Pajajaran, hingga kini tersimpan lestari di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang (MPGU) di Sumedang. (Joe)***







